#apahabarcom

414 posts

Terkepung Asap Karhutla, 5 Pelajar SMKS Tunas Bangsa Sempat Pingsan,
BATULICIN – Hujan yang sempat mengguyur Kabupaten Tanah Bumbu beberapa hari lalu, ternyata tak membuat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) benar-benar padam.

Karhutla diketahui kembali terjadi di kawasan Batulicin sejak siang tadi. Kondisi itu pun sempat menyebabkan para pelajar dan guru SMKS Tunas Bangsa panik. Sebab, kondisi angin kencang menambah parah karhutla tersebut.

Guru SMKS Tunas Bangsa, Rendy Vukalus mengatakan, Karhutla terjadi sejak pukul 13.00 Wita sampai malam ini.

Pada awal-awal terbakarnya lahan, beberapa pelajar sempat mengalami sesak napas. Sebagian di antaranya pun pingsan karena tak tahan menghirup asap. “Yang kami tahu ada 5 siswa pingsan. Tapi langsung dievakuasi ke RSUD dr. Andi Abdurrahman Noor,” kata Rendy kepada apahabar.com, Kamis (10/10). Informasi diterima apahabar.com, tim pemadam kebakaran saat ini sudah berada di lokasi Karhutla. Tim yang turun antara lain, Tim BPBD Tanah Bumbu, Damkar Pemkab Tanah Bumbu, Damkar An-Nur, Rescue Jhonlin, Tim 1 Gopala Subsatgas (TNI, Polri, TRC BPBD, relawan masyarakat, dan Manggala Agni.

Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu Eryanto Rais mengatakan, saat ini timnya sudah berhasil menguasai lahan yang terbakar. “Jam enam sore sudah berhasil dikuasai. Semoga cepat padam,” sebut Eryanto.

Reporter: Puja Mandela
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

#apahabarcom 
#habarbanua

Terkepung Asap Karhutla, 5 Pelajar SMKS Tunas Bangsa Sempat Pingsan, BATULICIN – Hujan yang sempat mengguyur Kabupaten Tanah Bumbu beberapa hari lalu, ternyata tak membuat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) benar-benar padam. Karhutla diketahui kembali terjadi di kawasan Batulicin sejak siang tadi. Kondisi itu pun sempat menyebabkan para pelajar dan guru SMKS Tunas Bangsa panik. Sebab, kondisi angin kencang menambah parah karhutla tersebut. Guru SMKS Tunas Bangsa, Rendy Vukalus mengatakan, Karhutla terjadi sejak pukul 13.00 Wita sampai malam ini. Pada awal-awal terbakarnya lahan, beberapa pelajar sempat mengalami sesak napas. Sebagian di antaranya pun pingsan karena tak tahan menghirup asap. “Yang kami tahu ada 5 siswa pingsan. Tapi langsung dievakuasi ke RSUD dr. Andi Abdurrahman Noor,” kata Rendy kepada apahabar.com, Kamis (10/10). Informasi diterima apahabar.com, tim pemadam kebakaran saat ini sudah berada di lokasi Karhutla. Tim yang turun antara lain, Tim BPBD Tanah Bumbu, Damkar Pemkab Tanah Bumbu, Damkar An-Nur, Rescue Jhonlin, Tim 1 Gopala Subsatgas (TNI, Polri, TRC BPBD, relawan masyarakat, dan Manggala Agni. Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu Eryanto Rais mengatakan, saat ini timnya sudah berhasil menguasai lahan yang terbakar. “Jam enam sore sudah berhasil dikuasai. Semoga cepat padam,” sebut Eryanto. Reporter: Puja Mandela Editor: Ahmad Zainal Muttaqin #apahabarcom #habarbanua - 3 days ago

208 Likes
0 Comments
0
Ketenangan warga Kota Banjarmasin kembali terusik oleh bunyi sirene armada pemadam kebakaran, Kamis (10/10) malam.

Pantauan media ini, puluhan mobil tersebut mengarah ke Gang Rahmat, Kuin Utara, Banjarmasin Utara.

Diketahui tempat tersebut merupakan kawasan padat penduduk. Jarak antar-rumah saling berdempetan. “Iya benar kebakaran di Gang Rahmat, Kuin Utara. Di sana padat penduduk,” terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Muhammad Hilmi kepada apahabar.com.

Ilmi belum mengetahui jumlah pasti rumah yang terbakar.

Sampai berita ini diturunkan, pihak BPK masih berjibaku untuk meredam amukan si jago merah.

#apahabar #apahabarcom #habarhariini

Ketenangan warga Kota Banjarmasin kembali terusik oleh bunyi sirene armada pemadam kebakaran, Kamis (10/10) malam. Pantauan media ini, puluhan mobil tersebut mengarah ke Gang Rahmat, Kuin Utara, Banjarmasin Utara. Diketahui tempat tersebut merupakan kawasan padat penduduk. Jarak antar-rumah saling berdempetan. “Iya benar kebakaran di Gang Rahmat, Kuin Utara. Di sana padat penduduk,” terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Muhammad Hilmi kepada apahabar.com. Ilmi belum mengetahui jumlah pasti rumah yang terbakar. Sampai berita ini diturunkan, pihak BPK masih berjibaku untuk meredam amukan si jago merah. #apahabar #apahabarcom #habarhariini - 4 days ago

44 Likes
1 Comments
0
Alasan S, seorang ayah kandung di Banjarbaru tega menyetubuhi anak kandungnya bikin geleng-geleng kepala.

Kepada polisi, S mengaku nekat menyetubuhi darah dagingnya sendiri karena perasaan suka.

Pengakuan S terungkap setelah kasus ini sampai di meja penyidik. “Ya, memang dari penyidik menyimpulkan karena nafsu,” kata Kasubag Humas AKP Siti Rohayati dihubungi apahabar.com, Rabu siang.

Usai bercerai dengan istrinya, kata Siti, S sempat terpisah dengan sang anak. Saat bertemu kembali, S sudah menginjak usia 16 tahun dengan paras yang menawan. “Saat ditanya kenapa tega, pelaku menjawab karena suka,” jelas perwira berpangkat tiga balok itu.

Karenanya, polisi menyimpulkan motif pencabulan berkaitan dengan nafsu birahi pelaku. “Jadi bukan karena faktor kesepian,” tandas Siti.

Sepanjang pemeriksaan, polisi juga tak mendapati ada gangguan kejiwaan dari pelaku. Termasuk penggunaan obat-obatan terlarang. “Pada intinya sang ayah melakukan itu karena gejolak hasrat yang tinggi dan nafsu,” ujarnya.

Sementara korbannya mendapat pendampingan psikis, polisi terus berupaya merampungkan berkas perkara pelaku. (Baca selanjutnya di kolom komentar)
#apahabar #apahabarcom #habarhariini

Alasan S, seorang ayah kandung di Banjarbaru tega menyetubuhi anak kandungnya bikin geleng-geleng kepala. Kepada polisi, S mengaku nekat menyetubuhi darah dagingnya sendiri karena perasaan suka. Pengakuan S terungkap setelah kasus ini sampai di meja penyidik. “Ya, memang dari penyidik menyimpulkan karena nafsu,” kata Kasubag Humas AKP Siti Rohayati dihubungi apahabar.com, Rabu siang. Usai bercerai dengan istrinya, kata Siti, S sempat terpisah dengan sang anak. Saat bertemu kembali, S sudah menginjak usia 16 tahun dengan paras yang menawan. “Saat ditanya kenapa tega, pelaku menjawab karena suka,” jelas perwira berpangkat tiga balok itu. Karenanya, polisi menyimpulkan motif pencabulan berkaitan dengan nafsu birahi pelaku. “Jadi bukan karena faktor kesepian,” tandas Siti. Sepanjang pemeriksaan, polisi juga tak mendapati ada gangguan kejiwaan dari pelaku. Termasuk penggunaan obat-obatan terlarang. “Pada intinya sang ayah melakukan itu karena gejolak hasrat yang tinggi dan nafsu,” ujarnya. Sementara korbannya mendapat pendampingan psikis, polisi terus berupaya merampungkan berkas perkara pelaku. (Baca selanjutnya di kolom komentar) #apahabar #apahabarcom #habarhariini - 4 days ago

75 Likes
1 Comments
0
Puluhan ton ikan bawal dari keramba di Banua Anyar, Banjarmasin Timur mati mendadak. Peternak menyebut lonjakan kadar garam di Sungai Martapura dan hujan mendadak sebagai penyebabnya.

Namun tidak demikian dengan pendapat Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin Lauhem Mahfuzi.

Dia menerangkan penyebabnya adalah hasil dari menyebarkan makanan atau pakan ternak sembarangan. “Berdasarkan laporan, pakan ternak berupa usus ayam langsung dibagikan kepada ikan, tidak digoreng terlebih dulu,” terangnya usai meninjau keramba ikan di Banua Anyar, Rabu (9/10). Tak hanya jenis makanan, menurutnya spekulasi jumlah pakan ternak yang dibagikan turut berpengaruh pada kondisi kesehatan ikan.

Peternak selalu menyebarkan pakan ternak dengan jumlah besar, padahal ikan yang berada di jaring keramba telah over kapasitas.

Kepadatan dan sebaran pakan ternak yang tak merata, menimbulkan masalah pengolahan limbah parah. Ditambah lagi kualitas air yang memiliki kadar oksigen terlarut rendah.

Saat pengecekan kualitas oksigen di Sungai Martapura, Kelurahan Banua Anyar, hanya berada di angka dua. Kalkulasinya sangat jauh dari ambang normal sepuluh. “Setelah kami cek PH-nya normal. Tapi oksigen sangat kurang,” katanya.

Ia menerangkan faktor hujan usai kemarau dan kualitas air juga berdampak terhadap ikan air tawar, khususnya jenis bawal. Kebanyakan jenis ikan yang mati hingga sekarat adalah bawal. “Ikan bawal yang mati ini harus banyak oksigen, tidak bisa dibandingkan dengan lele, dia agak kuat,” tegasnya.

DKP3 Banjarmasin terus melakukan pemantauan dan mencoba mengingatkan kembali agar para petani bisa menghitung kondisi air saat penebaran bibit ikan. “Kelompok sebenarnya tahu saja hal seperti selalu mungkin terjadi. Kami mengingatkan kembali waktu penebaran bibit diatur, supaya jangan menemui situasi ini,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, Mukhyar menerangan kualitas air Sungai Martapura sangatlah bahaya terhadap manusia, apalagi ikan.

Sebab hanya berpengaruh terhadap kondisi kualitas air dalam kontek tingginya bahan organik yang terlarut.

#apahabar #apahabarcom #habarhariini

Puluhan ton ikan bawal dari keramba di Banua Anyar, Banjarmasin Timur mati mendadak. Peternak menyebut lonjakan kadar garam di Sungai Martapura dan hujan mendadak sebagai penyebabnya. Namun tidak demikian dengan pendapat Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin Lauhem Mahfuzi. Dia menerangkan penyebabnya adalah hasil dari menyebarkan makanan atau pakan ternak sembarangan. “Berdasarkan laporan, pakan ternak berupa usus ayam langsung dibagikan kepada ikan, tidak digoreng terlebih dulu,” terangnya usai meninjau keramba ikan di Banua Anyar, Rabu (9/10). Tak hanya jenis makanan, menurutnya spekulasi jumlah pakan ternak yang dibagikan turut berpengaruh pada kondisi kesehatan ikan. Peternak selalu menyebarkan pakan ternak dengan jumlah besar, padahal ikan yang berada di jaring keramba telah over kapasitas. Kepadatan dan sebaran pakan ternak yang tak merata, menimbulkan masalah pengolahan limbah parah. Ditambah lagi kualitas air yang memiliki kadar oksigen terlarut rendah. Saat pengecekan kualitas oksigen di Sungai Martapura, Kelurahan Banua Anyar, hanya berada di angka dua. Kalkulasinya sangat jauh dari ambang normal sepuluh. “Setelah kami cek PH-nya normal. Tapi oksigen sangat kurang,” katanya. Ia menerangkan faktor hujan usai kemarau dan kualitas air juga berdampak terhadap ikan air tawar, khususnya jenis bawal. Kebanyakan jenis ikan yang mati hingga sekarat adalah bawal. “Ikan bawal yang mati ini harus banyak oksigen, tidak bisa dibandingkan dengan lele, dia agak kuat,” tegasnya. DKP3 Banjarmasin terus melakukan pemantauan dan mencoba mengingatkan kembali agar para petani bisa menghitung kondisi air saat penebaran bibit ikan. “Kelompok sebenarnya tahu saja hal seperti selalu mungkin terjadi. Kami mengingatkan kembali waktu penebaran bibit diatur, supaya jangan menemui situasi ini,” pungkasnya. Ditempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, Mukhyar menerangan kualitas air Sungai Martapura sangatlah bahaya terhadap manusia, apalagi ikan. Sebab hanya berpengaruh terhadap kondisi kualitas air dalam kontek tingginya bahan organik yang terlarut. #apahabar #apahabarcom #habarhariini - 4 days ago

69 Likes
1 Comments
0
Seorang pengendara motor tewas mengenaskan di Rantau, Kabupaten Tapin, Kalsel, Rabu (09/10) siang, sekitar pukul 12.30.

Kendaraan yang diboncenginya bersama sang anak menabrak mobil tronton yang datang dari arah Hulu Sungai.

Tabrakan terjadi tepat di pinggir Jalan Ahmad Yani, Desa Parandakan, Kecamatan Lokpaikat.

Korban tewas adalah Nurlatifah. Sedangkan, anaknya Faiza Nur Qairean Azkia luka-luka.

Dari keterangan polisi, kedua korban memang berboncengan dari arah Banjarmasin.

Sedangkan tronton yang dikemudikan sopir bernama Agus datang dari arah Hulu Sungai Tengah.

Kasat Lantas Polres Tapin, AKP Winda Adiningrum mengatakan korban tewas berprofesi sebagai bidan di Desa Budi Mulia. “Dari arah Banjarmasin, korban mau berbelok ke arah Desa Budi Mulya. Tapi karena jaraknya sudah sangat dekat tidak bisa menghindari lagi sehingga terjadi tabrakan,” ujar AKP Winda kepada apahabar.com, sore tadi.

Polisi tengah mendalami kecelakaan tersebut. Si sopir tronton tersebut juga sudah diamankan ke Polres Tapin.

Adapun jasad korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Datu Sanggul Rantau.

#apahabar #apahabarcom #habarhariinia

#info_banua

Seorang pengendara motor tewas mengenaskan di Rantau, Kabupaten Tapin, Kalsel, Rabu (09/10) siang, sekitar pukul 12.30. Kendaraan yang diboncenginya bersama sang anak menabrak mobil tronton yang datang dari arah Hulu Sungai. Tabrakan terjadi tepat di pinggir Jalan Ahmad Yani, Desa Parandakan, Kecamatan Lokpaikat. Korban tewas adalah Nurlatifah. Sedangkan, anaknya Faiza Nur Qairean Azkia luka-luka. Dari keterangan polisi, kedua korban memang berboncengan dari arah Banjarmasin. Sedangkan tronton yang dikemudikan sopir bernama Agus datang dari arah Hulu Sungai Tengah. Kasat Lantas Polres Tapin, AKP Winda Adiningrum mengatakan korban tewas berprofesi sebagai bidan di Desa Budi Mulia. “Dari arah Banjarmasin, korban mau berbelok ke arah Desa Budi Mulya. Tapi karena jaraknya sudah sangat dekat tidak bisa menghindari lagi sehingga terjadi tabrakan,” ujar AKP Winda kepada apahabar.com, sore tadi. Polisi tengah mendalami kecelakaan tersebut. Si sopir tronton tersebut juga sudah diamankan ke Polres Tapin. Adapun jasad korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Datu Sanggul Rantau. #apahabar #apahabarcom #habarhariinia #info_banua - 5 days ago

241 Likes
3 Comments
0
Seorang pengendara motor tewas mengenaskan di Rantau, Kabupaten Tapin, Kalsel, Rabu (09/10) siang, sekitar pukul 12.30.

Kendaraan yang diboncenginya bersama sang anak menabrak mobil tronton yang datang dari arah Hulu Sungai.

Tabrakan terjadi tepat di pinggir Jalan Ahmad Yani, Desa Parandakan, Kecamatan Lokpaikat.

Korban tewas adalah Nurlatifah. Sedangkan, anaknya Faiza Nur Qairean Azkia luka-luka.

Dari keterangan polisi, kedua korban memang berboncengan dari arah Banjarmasin.

Sedangkan tronton yang dikemudikan sopir bernama Agus datang dari arah Hulu Sungai Tengah.

Kasat Lantas Polres Tapin, AKP Winda Adiningrum mengatakan korban tewas berprofesi sebagai bidan di Desa Budi Mulia. “Dari arah Banjarmasin, korban mau berbelok ke arah Desa Budi Mulya. Tapi karena jaraknya sudah sangat dekat tidak bisa menghindari lagi sehingga terjadi tabrakan,” ujar AKP Winda kepada apahabar.com, sore tadi.

Polisi tengah mendalami kecelakaan tersebut. Si sopir tronton tersebut juga sudah diamankan ke Polres Tapin.

Adapun jasad korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Datu Sanggul Rantau.

#apahabar #apahabarcom #habarhariini

Seorang pengendara motor tewas mengenaskan di Rantau, Kabupaten Tapin, Kalsel, Rabu (09/10) siang, sekitar pukul 12.30. Kendaraan yang diboncenginya bersama sang anak menabrak mobil tronton yang datang dari arah Hulu Sungai. Tabrakan terjadi tepat di pinggir Jalan Ahmad Yani, Desa Parandakan, Kecamatan Lokpaikat. Korban tewas adalah Nurlatifah. Sedangkan, anaknya Faiza Nur Qairean Azkia luka-luka. Dari keterangan polisi, kedua korban memang berboncengan dari arah Banjarmasin. Sedangkan tronton yang dikemudikan sopir bernama Agus datang dari arah Hulu Sungai Tengah. Kasat Lantas Polres Tapin, AKP Winda Adiningrum mengatakan korban tewas berprofesi sebagai bidan di Desa Budi Mulia. “Dari arah Banjarmasin, korban mau berbelok ke arah Desa Budi Mulya. Tapi karena jaraknya sudah sangat dekat tidak bisa menghindari lagi sehingga terjadi tabrakan,” ujar AKP Winda kepada apahabar.com, sore tadi. Polisi tengah mendalami kecelakaan tersebut. Si sopir tronton tersebut juga sudah diamankan ke Polres Tapin. Adapun jasad korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Datu Sanggul Rantau. #apahabar #apahabarcom #habarhariini - 5 days ago

65 Likes
0 Comments
0
Terjatuh, Buruh Bangunan Duta Mall Tewas 
Proyek pengembangan pembangunan Duta Mall Banjarmasin memakan korban jiwa. Rizal buruh asal Jawa yang baru seminggu bekerja di mal terbesar di daerah ini terjatuh dan tewas.

Kejadian sempat misterius, karena diduga ditutupi. Pasalnya banyak tak diketahui pihak luar. Bahkan Kepolisian Banjarmasin Tengah tak menerima laporan peristiwa ini.

Berdasarkan informasi, Minggu (6/10), hanya sebagian buruh rekan sekerja korban yang tinggal atau sewa rumah di Gang 6 Jalan Kuripan Banjarmasin mengetahui persis kejadian.

Korban langsung dievakuasi atau dipulangkan ke rumah duka di daerah asalnya. ”Iya kejadian itu sempat tak diketahui banyak orang, karena cepat-cepat langsung dikembalikan ke jawa,” ucap Halim dan rekan Rizal yang mengaku mendengar cerita dari seorang buruh bangunan.

Diceritakan, pada waktu itu, korban yang ikut kerja sebagai buruh di bangunan tambahan diruntuhan apertemen di lingkungan Duta Mall di Jalan A Yani Km 2.

Ia bekerja lembur pada Minggu sore lalu, dapat tugas mengawasi semen yang diangkat pakai alat crane.

Setelah berjalan di ketinggian, salah satu tali sling pada alat crane putus dan korban sempat tergatung pegang tali satunya.

Namun nahas, tali itu pun licin dan korban terjatuh dari ketinggian bangunan itu, langsung tewas.

Namun, akhirnya tetap diketahui, dan hingga malamnya anggota Polresta Banjarmasin ke lokasi dan pasang pita garis polisi serta selidiki kasusnya.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Ade Paparihi membenarkan adanya kejadian. “Iya ada ditangani kita dan masih memintai keterangan saksi-saksi,” ucapnya singkat tanpa mengemukakan hasil informasi kronologis kejadian lainnya. 
Editor: Syarif

#apahabarcom 
#habarbanua

Terjatuh, Buruh Bangunan Duta Mall Tewas Proyek pengembangan pembangunan Duta Mall Banjarmasin memakan korban jiwa. Rizal buruh asal Jawa yang baru seminggu bekerja di mal terbesar di daerah ini terjatuh dan tewas. Kejadian sempat misterius, karena diduga ditutupi. Pasalnya banyak tak diketahui pihak luar. Bahkan Kepolisian Banjarmasin Tengah tak menerima laporan peristiwa ini. Berdasarkan informasi, Minggu (6/10), hanya sebagian buruh rekan sekerja korban yang tinggal atau sewa rumah di Gang 6 Jalan Kuripan Banjarmasin mengetahui persis kejadian. Korban langsung dievakuasi atau dipulangkan ke rumah duka di daerah asalnya. ”Iya kejadian itu sempat tak diketahui banyak orang, karena cepat-cepat langsung dikembalikan ke jawa,” ucap Halim dan rekan Rizal yang mengaku mendengar cerita dari seorang buruh bangunan. Diceritakan, pada waktu itu, korban yang ikut kerja sebagai buruh di bangunan tambahan diruntuhan apertemen di lingkungan Duta Mall di Jalan A Yani Km 2. Ia bekerja lembur pada Minggu sore lalu, dapat tugas mengawasi semen yang diangkat pakai alat crane. Setelah berjalan di ketinggian, salah satu tali sling pada alat crane putus dan korban sempat tergatung pegang tali satunya. Namun nahas, tali itu pun licin dan korban terjatuh dari ketinggian bangunan itu, langsung tewas. Namun, akhirnya tetap diketahui, dan hingga malamnya anggota Polresta Banjarmasin ke lokasi dan pasang pita garis polisi serta selidiki kasusnya. Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Ade Paparihi membenarkan adanya kejadian. “Iya ada ditangani kita dan masih memintai keterangan saksi-saksi,” ucapnya singkat tanpa mengemukakan hasil informasi kronologis kejadian lainnya. Editor: Syarif #apahabarcom #habarbanua - 7 days ago

569 Likes
6 Comments
0
Polda Kalsel Bungkam Soal Penetapan Tersangka Bupati Balangan

PARINGIN – Polda Kalsel masih bungkam terkait penetapan Bupati Balangan Ansharuddin sebagai tersangka penipuan.

Coba dihubungi sejak kemarin, Kabid Humas Polda Kalsel Kombes M Rifai tak kunjung menjawab pesan singkat media ini ihwal status Ansharuddin. “Tunggu,” singkat Rifai, Minggu (26/09). Penetapan tersangka Ansharuddin kabarnya berkaitan dengan laporan Dwi Putra Husnie pada 1 Oktober 2018 silam.

Informasi yang diperoleh, Ansharuddin disidik oleh Direktorat Reserse dan Kriminal Umum sejak 29 Mei 2019. Sebelum ditetapkan tersangka, Ansharuddin sudah bolak-balik diperiksa.

Namun, sumber media ini di Kejaksaan Negeri Balangan menyatakan belum menerima limpahan berkas perkara sang bupati.

Adapun kasus ini mencuat setelah Dwi merasa dirugikan. Cek yang diterima pelapor dari tersangka ternyata cek kosong.

Perkara dimaksud terkait peminjaman uang sebesar Rp1 miliar antara Ansharudin dan Dwi pada Senin 2 April 2018 di Hotel Rattan Inn Banjarmasin.

apahabar.com sempat menghubungi Ansharuddin pada Sabtu kemarin. Namun ia mengarahkan media ini ke kuasa hukumnya.

Kembali dihubungi untuk bertemu langsung, dua nomor telepon genggam milik orang nomor satu di Balangan itu tiba-tiba tak aktif sepanjang hari ini. “Besok saja [Senin] bapak klarifikasi langsung,” ujar orang terdekat Ansharuddin kepada apahabar.com, Minggu siang.

Kuasa Hukum Ansharuddin, Muhamad Pazri tak menampik penetapan tersangka kliennya oleh polisi.

Namun ia membantah soal laporan Dwi. Sebab, Pazri mengatakan pada 2 April Asharuddin berada di Balangan melantik 65 anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD). Acara dilanjutkan dengan makan siang. Hingga malam harinya bupati mengikuti salat hajat hari jadi Kabupaten Balangan. “Ini dibuktikan dengan adanya foto kegiatan, undangan acara, surat keputusan pelantikan serta ada saksi. Jadi tidak benar dan tidak pernah terjadi seperti yang dituduhkan Dwi bahwa ada transaksi pinjam meminjam uang tersebut,” papar Pazri dihubungi Sabtu kemarin.

Ansharuddin, kata Pazri, sudah melaporkan balik Dwi pada 17 Desember 2018.

Dan pada 28 Agustus 2019 👇👇

Polda Kalsel Bungkam Soal Penetapan Tersangka Bupati Balangan PARINGIN – Polda Kalsel masih bungkam terkait penetapan Bupati Balangan Ansharuddin sebagai tersangka penipuan. Coba dihubungi sejak kemarin, Kabid Humas Polda Kalsel Kombes M Rifai tak kunjung menjawab pesan singkat media ini ihwal status Ansharuddin. “Tunggu,” singkat Rifai, Minggu (26/09). Penetapan tersangka Ansharuddin kabarnya berkaitan dengan laporan Dwi Putra Husnie pada 1 Oktober 2018 silam. Informasi yang diperoleh, Ansharuddin disidik oleh Direktorat Reserse dan Kriminal Umum sejak 29 Mei 2019. Sebelum ditetapkan tersangka, Ansharuddin sudah bolak-balik diperiksa. Namun, sumber media ini di Kejaksaan Negeri Balangan menyatakan belum menerima limpahan berkas perkara sang bupati. Adapun kasus ini mencuat setelah Dwi merasa dirugikan. Cek yang diterima pelapor dari tersangka ternyata cek kosong. Perkara dimaksud terkait peminjaman uang sebesar Rp1 miliar antara Ansharudin dan Dwi pada Senin 2 April 2018 di Hotel Rattan Inn Banjarmasin. apahabar.com sempat menghubungi Ansharuddin pada Sabtu kemarin. Namun ia mengarahkan media ini ke kuasa hukumnya. Kembali dihubungi untuk bertemu langsung, dua nomor telepon genggam milik orang nomor satu di Balangan itu tiba-tiba tak aktif sepanjang hari ini. “Besok saja [Senin] bapak klarifikasi langsung,” ujar orang terdekat Ansharuddin kepada apahabar.com, Minggu siang. Kuasa Hukum Ansharuddin, Muhamad Pazri tak menampik penetapan tersangka kliennya oleh polisi. Namun ia membantah soal laporan Dwi. Sebab, Pazri mengatakan pada 2 April Asharuddin berada di Balangan melantik 65 anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD). Acara dilanjutkan dengan makan siang. Hingga malam harinya bupati mengikuti salat hajat hari jadi Kabupaten Balangan. “Ini dibuktikan dengan adanya foto kegiatan, undangan acara, surat keputusan pelantikan serta ada saksi. Jadi tidak benar dan tidak pernah terjadi seperti yang dituduhkan Dwi bahwa ada transaksi pinjam meminjam uang tersebut,” papar Pazri dihubungi Sabtu kemarin. Ansharuddin, kata Pazri, sudah melaporkan balik Dwi pada 17 Desember 2018. Dan pada 28 Agustus 2019 👇👇 - 8 days ago

380 Likes
6 Comments
0
Kalah Bersaing, Pasar Terapung Kuin Banjarmasin Bakal Dipindah

BANJARMASIN – Sepi pengunjung, geliat eksotisme Pasar Terapung di Muara Sungai Kuin dipastikan bakal segera berakhir.

Kian hari wisatawan lokal maupun asing makin enggan berkunjung ke pasar atas air itu.

Pasar tradisional di Banjarmasin Utara itu kalah bersaing dengan pasar terapung buatan pemerintah di Siring Piere Tendean. Apalagi dengan Pasar Terapung Lok Baintan milik Kabupaten Banjar.

Situasi tersebut dianggap berpengaruh pada perekonomian para pedagang. Mereka yang kerap menjual dagangan menggunakan perahu atau jukung beralih ke lapak darat. Dari sanalah timbul kekecewaan sejumlah wisatawan yang berkunjung ke Banjarmasin.

Fenomena ini membuat Pemkot Banjarmasin harus berputar otak. Hasilnya, pasar terapung akan dipindahkan ke depan Makam Sultan Suriansyah, Jalan Pangeran, Kelurahan Kuin Utara. “Kami dari wilayah Banjarmasin Utara ada 10 kelurahan. Setiap kelurahan harus memiliki ciri khas masing masing,” ujar Camat Banjarmasin Utara, Appiludin kepada apahabar.com, Sabtu (05/10). Karenanya pembuatan pasar terapung diharapkan mampu menggenjot pengembangan destinasi pariwisata di kawasan Banjarmasin Utara.

Di sana, nantinya menurut Camat ada sebanyak 70 pedagang pasar terapung yang direlokasi. Itu diambil dari tiga lokasi, yakni Alalak Selatan, Alalak Tengah, dan Kuin Utara.

Sedangkan konsepnya akan hampir-hampir mirip dengan pasar terapung buatan di Siring Piere Tendean. “Ya memang enggak original seperti pasar terapung dahulu. Tapi tetap kami harapkan bisa menunjang wisatawan kembali berkunjung,” ujarnya.

Memang, pembuatan pasar terapung asli agak sulit. Perlu banyak tambahan infrastruktur penunjang. Apalagi ditambah jalanan depan Makam Sultan Suriansyah terlalu sempit. Dikhawatirkan malah bisa mengganggu pengguna jalan sekitar. “Tahun depan akan terealisasi. Kita sudah berkoordinasi dengan pak wali kota, dan dia mengapresiasi,” tegasnya.

Adapun selain pasar terapung depan Makam Sultan Suriansyah, Banjarmasin Utara sudah memiliki destinasi wisata Sungai Biyuku di Kelurahan Sungai Andai.

#apahabarcom 
#habarbanua

Kalah Bersaing, Pasar Terapung Kuin Banjarmasin Bakal Dipindah BANJARMASIN – Sepi pengunjung, geliat eksotisme Pasar Terapung di Muara Sungai Kuin dipastikan bakal segera berakhir. Kian hari wisatawan lokal maupun asing makin enggan berkunjung ke pasar atas air itu. Pasar tradisional di Banjarmasin Utara itu kalah bersaing dengan pasar terapung buatan pemerintah di Siring Piere Tendean. Apalagi dengan Pasar Terapung Lok Baintan milik Kabupaten Banjar. Situasi tersebut dianggap berpengaruh pada perekonomian para pedagang. Mereka yang kerap menjual dagangan menggunakan perahu atau jukung beralih ke lapak darat. Dari sanalah timbul kekecewaan sejumlah wisatawan yang berkunjung ke Banjarmasin. Fenomena ini membuat Pemkot Banjarmasin harus berputar otak. Hasilnya, pasar terapung akan dipindahkan ke depan Makam Sultan Suriansyah, Jalan Pangeran, Kelurahan Kuin Utara. “Kami dari wilayah Banjarmasin Utara ada 10 kelurahan. Setiap kelurahan harus memiliki ciri khas masing masing,” ujar Camat Banjarmasin Utara, Appiludin kepada apahabar.com, Sabtu (05/10). Karenanya pembuatan pasar terapung diharapkan mampu menggenjot pengembangan destinasi pariwisata di kawasan Banjarmasin Utara. Di sana, nantinya menurut Camat ada sebanyak 70 pedagang pasar terapung yang direlokasi. Itu diambil dari tiga lokasi, yakni Alalak Selatan, Alalak Tengah, dan Kuin Utara. Sedangkan konsepnya akan hampir-hampir mirip dengan pasar terapung buatan di Siring Piere Tendean. “Ya memang enggak original seperti pasar terapung dahulu. Tapi tetap kami harapkan bisa menunjang wisatawan kembali berkunjung,” ujarnya. Memang, pembuatan pasar terapung asli agak sulit. Perlu banyak tambahan infrastruktur penunjang. Apalagi ditambah jalanan depan Makam Sultan Suriansyah terlalu sempit. Dikhawatirkan malah bisa mengganggu pengguna jalan sekitar. “Tahun depan akan terealisasi. Kita sudah berkoordinasi dengan pak wali kota, dan dia mengapresiasi,” tegasnya. Adapun selain pasar terapung depan Makam Sultan Suriansyah, Banjarmasin Utara sudah memiliki destinasi wisata Sungai Biyuku di Kelurahan Sungai Andai. #apahabarcom #habarbanua - 8 days ago

442 Likes
0 Comments
0
Sudah memperlihatkan semangat juang yang lebih baik, Barito Putera harus puas berbagi poin dengan Kalteng Putra di Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya, Sabtu (5/10). Melakoni Derby Kalimantan, Barito tanpa Evan Dimas dan Bayu Pradana yang kembali dipanggil Timnas Indonesia untuk kualifikasi Piala Dunia 2022.

Tanpa dua gelandang tengah tersebut, pelatih Djajang Nurjaman menduetkan Paolo Sitanggang dengan Kozuke Uchida.

Djajang juga langsung menurunkan Ferdyansyah yang ditempatkan di kanan depan. Namun dalam proses di lapangan, gelandang ini lebih banyak turun menjemput bola.

Barito kemudian bermain lebih sabar untuk selama-lamanya mempertahankan bola. Ketika sudah terlepas, tujuh sampai delapan pemain berkumpul di depan kotak penalti.

Sulit memasuki kotak penalti, Kalteng juga berusaha melepaskan sepakan dari luar kotak penalti. Salah satunya upaya dari Ferinando Pahabol di menit 16.

Meski kalah penguasaan bola, Barito sesekali bisa menyerang. Peluang diperoleh melalui sundulan Francisco Torres di menit 25 yang belum mengarah ke sasaran.

Sampai menit 25, Barito tampaknya membutuhkan kreativitas yang lebih baik, mengingat Rafael Silva sulit mendapat bola akibat kawalan Rafael Bonfim.

Memasuki menit 31, peluang Kalteng kembali mentah. Akselerasi Pandi Lestaluhu hingga kotak penalti yang diakhiri tembakan, masih dapat diblok Dandi Maulana, sebelum bola diamankan Adhitya Harlan.

Lantas di menit 36, blocking krusial Cassio de Jesus juga menyelamatkan gawang Barito dari ancaman sepakan Eydison Soares yang bebas bergerak di kiri kotak penalti.

5 menit menjelang turun minum, Barito memperoleh shot on goal pertama yang dihasilkan Torres. Hanya sepakan Torres dari luar kotak penalti, lebih mengarah ke dekapan Reky Rahayu.

Kalteng bisa saja unggul di menit 42, seandainya umpan mendatar Kevin Gomes dari kiri, bisa disontek Pahabol maupun Patrich Wanggai di depan gawang.

Babak kedua dimulai, pola permainan tidak berubah. Kesempatan pertama diperoleh Kalteng yang diawali sepak pojok di menit 52. Bola liar yang dikontrol dan ditendang Wanggai, dapat diblok Adhitya. (bersambung di kolom komentar)
#apahabar #habarhariini #apahabarcom

Sudah memperlihatkan semangat juang yang lebih baik, Barito Putera harus puas berbagi poin dengan Kalteng Putra di Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya, Sabtu (5/10). Melakoni Derby Kalimantan, Barito tanpa Evan Dimas dan Bayu Pradana yang kembali dipanggil Timnas Indonesia untuk kualifikasi Piala Dunia 2022. Tanpa dua gelandang tengah tersebut, pelatih Djajang Nurjaman menduetkan Paolo Sitanggang dengan Kozuke Uchida. Djajang juga langsung menurunkan Ferdyansyah yang ditempatkan di kanan depan. Namun dalam proses di lapangan, gelandang ini lebih banyak turun menjemput bola. Barito kemudian bermain lebih sabar untuk selama-lamanya mempertahankan bola. Ketika sudah terlepas, tujuh sampai delapan pemain berkumpul di depan kotak penalti. Sulit memasuki kotak penalti, Kalteng juga berusaha melepaskan sepakan dari luar kotak penalti. Salah satunya upaya dari Ferinando Pahabol di menit 16. Meski kalah penguasaan bola, Barito sesekali bisa menyerang. Peluang diperoleh melalui sundulan Francisco Torres di menit 25 yang belum mengarah ke sasaran. Sampai menit 25, Barito tampaknya membutuhkan kreativitas yang lebih baik, mengingat Rafael Silva sulit mendapat bola akibat kawalan Rafael Bonfim. Memasuki menit 31, peluang Kalteng kembali mentah. Akselerasi Pandi Lestaluhu hingga kotak penalti yang diakhiri tembakan, masih dapat diblok Dandi Maulana, sebelum bola diamankan Adhitya Harlan. Lantas di menit 36, blocking krusial Cassio de Jesus juga menyelamatkan gawang Barito dari ancaman sepakan Eydison Soares yang bebas bergerak di kiri kotak penalti. 5 menit menjelang turun minum, Barito memperoleh shot on goal pertama yang dihasilkan Torres. Hanya sepakan Torres dari luar kotak penalti, lebih mengarah ke dekapan Reky Rahayu. Kalteng bisa saja unggul di menit 42, seandainya umpan mendatar Kevin Gomes dari kiri, bisa disontek Pahabol maupun Patrich Wanggai di depan gawang. Babak kedua dimulai, pola permainan tidak berubah. Kesempatan pertama diperoleh Kalteng yang diawali sepak pojok di menit 52. Bola liar yang dikontrol dan ditendang Wanggai, dapat diblok Adhitya. (bersambung di kolom komentar) #apahabar #habarhariini #apahabarcom - 9 days ago

99 Likes
1 Comments
0
Jumat, 4 Oktober, 2019, 15:56
Cekcok, Pria di Sungai Lulut Main Bacok.

Apa Habar : http://bit.ly/2Mgg92z

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus penganiayaan kembali terjadi di Banjarmasin.

Kali ini, terjadi di Jalan Pramuka, Sungai lulut, Banjarmasin Utara atau tepatnya di depan Rumah Yatim Piatu sebelah Kantor Dispora Kalsel, Jumat (04/10) siang, sekitar pukul 13.00.

Korban diketahui bernama Ricky Rizwandy (24), warga Jalan Martapura Lama Kompleks Citra Abadi Nomor 41 Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur.

Sedangkan pelaku bernama Hendra (35) warga Jalan Sungai Lulut Dalam RT 8 Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur.

Korban menderita luka di bagian kepala dan leher akibat bacokan kapak pelaku.

Kapolsek Banjarmasin Timur, Kompol M. Uskiansyah melalui Kanit Reskrim Polsekta Banjarmasin Timur, Iptu Timur Yono mengatakan perkelahian itu terjadi karena salah paham.

Saat itu saudara pelaku yang bernama Risa Munirah (35) yang saat ini ditetapkan menjadi saksi memberitahukan kepada pelaku bahwa anaknya dibawa lari saat pulang sekolah oleh seorang temannya.

Mendengar itu, pelaku yang sedang bekerja sebagai buruh langsung mencari anak saudaranya dengan membawa kapak.

Singkat cerita, saksi, pelaku, dan korban bertemu di tempat kejadian perkara. Sempat terjadi cekcok, pelaku melayangkan kapak yang dibalutnya menggunakan kain ke kepala dan leher korban.

Setelah melakukan aksinya, pelaku kemudian langsung melarikan diri.
Sementara korban langsung dilarikan menuju Rumah Sakit Ansari Saleh Kota Banjarmasin untuk merawat lukanya.

Ironisnya, kata Kanit, kemanakan yang dikira diculik oleh korban, ternyata sudah diantar ke rumah oleh korban.

PELAKU DIBEKUK

Satu jam berselang, jajaran Unit Reskrim Polsekta Banjarmasin Timur berhasil meringkus pelaku beserta barang bukti sebuah kapak. “Pelaku ditangkap di rumah ibunya,” singkat Timur Yono.

Uploader : TN
Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Fariz Fadhillah
Di Copas : group Berisik

#apahabarcom 
#habarbanua

Jumat, 4 Oktober, 2019, 15:56 Cekcok, Pria di Sungai Lulut Main Bacok. Apa Habar : http://bit.ly/2Mgg92z apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus penganiayaan kembali terjadi di Banjarmasin. Kali ini, terjadi di Jalan Pramuka, Sungai lulut, Banjarmasin Utara atau tepatnya di depan Rumah Yatim Piatu sebelah Kantor Dispora Kalsel, Jumat (04/10) siang, sekitar pukul 13.00. Korban diketahui bernama Ricky Rizwandy (24), warga Jalan Martapura Lama Kompleks Citra Abadi Nomor 41 Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur. Sedangkan pelaku bernama Hendra (35) warga Jalan Sungai Lulut Dalam RT 8 Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur. Korban menderita luka di bagian kepala dan leher akibat bacokan kapak pelaku. Kapolsek Banjarmasin Timur, Kompol M. Uskiansyah melalui Kanit Reskrim Polsekta Banjarmasin Timur, Iptu Timur Yono mengatakan perkelahian itu terjadi karena salah paham. Saat itu saudara pelaku yang bernama Risa Munirah (35) yang saat ini ditetapkan menjadi saksi memberitahukan kepada pelaku bahwa anaknya dibawa lari saat pulang sekolah oleh seorang temannya. Mendengar itu, pelaku yang sedang bekerja sebagai buruh langsung mencari anak saudaranya dengan membawa kapak. Singkat cerita, saksi, pelaku, dan korban bertemu di tempat kejadian perkara. Sempat terjadi cekcok, pelaku melayangkan kapak yang dibalutnya menggunakan kain ke kepala dan leher korban. Setelah melakukan aksinya, pelaku kemudian langsung melarikan diri. Sementara korban langsung dilarikan menuju Rumah Sakit Ansari Saleh Kota Banjarmasin untuk merawat lukanya. Ironisnya, kata Kanit, kemanakan yang dikira diculik oleh korban, ternyata sudah diantar ke rumah oleh korban. PELAKU DIBEKUK Satu jam berselang, jajaran Unit Reskrim Polsekta Banjarmasin Timur berhasil meringkus pelaku beserta barang bukti sebuah kapak. “Pelaku ditangkap di rumah ibunya,” singkat Timur Yono. Uploader : TN Reporter: Riyad Dafhi R Editor: Fariz Fadhillah Di Copas : group Berisik #apahabarcom #habarbanua - 10 days ago

375 Likes
5 Comments
0
Kolam eks tambang di Tanah Laut makan korban jiwa.

Setelah 18 jam, pencarian terhadap Seprinus akhirnya membuahkan hasil.

Jasad pemuda 21 tahun itu ditemukan di kolam eks tambang TKD dalam kondisi tak bernyawa, Rabu (02/10) sekitar pukul 11.00.

Seprinus merupakan pekerja sawit di PT GMK yang dilaporkan tenggelam sehari sebelumnya.

Kolam bekas tambang itu berada di Desa Damit Hulu, Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut.

Saat ini jasadnya sudah dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Haji Boejasin Pelaihari.

Sebelumnya, pencarian dilakukan hingga malam hari. BPBD Tanah Laut menurunkan perahu karet guna menyisir permukaan danau.

Masing-masing dari mereka memegang senter dengan perahu karet diarahkan ke tiap sudut danau.

Sampai menjelang pagi pencarian menggunakan perahu karet tak membuahkan hasil.

Selain faktor penerangan, tim rescue juga terkendala oleh kedalaman danau.

Seprinus dikabarkan tenggelam usai menceburkan diri ke danau sekitar pukul 14.00, Selasa (01/10). Bersama lima rekannya, Seprinus hendak mandi karena air bersih di permukiman karyawan terbatas akibat kemarau.

Adik korban, Yohana (18), yang ikut dalam pencarian, tak henti-hentinya berteriak memanggil nama kakaknya itu.

Yohana tak mampu menutupi kesedihannya setelah dijemput dan diantar rekan-rekannya asal NTT, sesama pekerja sawit di PT GMK.

Selama ini, remaja itu memang dijemput korban dari kampungnya di Kecamatan Boking, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, untuk ikut bekerja membantu melepas buah sawit.
#apahabarcom #habarhariin i#apahabar

Kolam eks tambang di Tanah Laut makan korban jiwa. Setelah 18 jam, pencarian terhadap Seprinus akhirnya membuahkan hasil. Jasad pemuda 21 tahun itu ditemukan di kolam eks tambang TKD dalam kondisi tak bernyawa, Rabu (02/10) sekitar pukul 11.00. Seprinus merupakan pekerja sawit di PT GMK yang dilaporkan tenggelam sehari sebelumnya. Kolam bekas tambang itu berada di Desa Damit Hulu, Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut. Saat ini jasadnya sudah dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Haji Boejasin Pelaihari. Sebelumnya, pencarian dilakukan hingga malam hari. BPBD Tanah Laut menurunkan perahu karet guna menyisir permukaan danau. Masing-masing dari mereka memegang senter dengan perahu karet diarahkan ke tiap sudut danau. Sampai menjelang pagi pencarian menggunakan perahu karet tak membuahkan hasil. Selain faktor penerangan, tim rescue juga terkendala oleh kedalaman danau. Seprinus dikabarkan tenggelam usai menceburkan diri ke danau sekitar pukul 14.00, Selasa (01/10). Bersama lima rekannya, Seprinus hendak mandi karena air bersih di permukiman karyawan terbatas akibat kemarau. Adik korban, Yohana (18), yang ikut dalam pencarian, tak henti-hentinya berteriak memanggil nama kakaknya itu. Yohana tak mampu menutupi kesedihannya setelah dijemput dan diantar rekan-rekannya asal NTT, sesama pekerja sawit di PT GMK. Selama ini, remaja itu memang dijemput korban dari kampungnya di Kecamatan Boking, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, untuk ikut bekerja membantu melepas buah sawit. #apahabarcom #habarhariin i#apahabar - 12 days ago

60 Likes
0 Comments
0
Pengguna jalan di Jalan A Yani KM 33 dan warga sekitar Guntung Payung, Kota Banjarbaru dihebohkan dengan temuan tas yang diduga bom, Selasa (01/10) siang.

Hal ini karena kecurigaan warga akan adanya ransel besar berwarna hitam, tergeletak persis di bawah tiang Traffic Light (Lampu Merah) simpang 4, Markas Satuan Brimobda Kalsel. Kabar ini kemudian menyebar dan meresahkan masyarakat, tak hanya itu, sempat juga beredar di media sosial.

Melihat respon warga, pihak kepolisian dari Sat Brimobda Kalsel dan Polres Banjarbaru langsung turun ke lapangan. Usai mendapat informasi dan laporan dari masyarakat, perihal tas hitam yang diduga bom ini.

Kapolres Banjarbaru, AKBP Kelana Jaya melalui Kasubbag Humas, AKP Siti Rohayati membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan anggota di lapangan ternyata tas tersebut tidak berisi Bom seperti yang diduga. “Pemeriksaan di lapangan tadi dilakukan oleh Tim Jihandak Brimob dan anggota Polres Banjarbaru. Kami bersyukur isinya bukanlah bom seperti yang ditakutkan masyarakat,” ungkapnya kepada apahabar.com.

Ia menjelaskan, tas ransel hitam tersebut hanya berisi pakaian, surat menyurat dan beberapa kertas dokumen.

Berdasarkan keterangan di lapangan, tas tersebut pertama kali ditemukan oleh saksi Tri Haryati, yang menemukannya tergeletak ditengah jalan. “Karena saksi bingung dan tidak tahu harus berbuat apa, lalu tas tersebut ditaruhlah persis di bawah tiang lampu merah itu. Lalu saksi dan beberapa warga melaporkan perihal ini ke pihak Kepolisian,” terangnya. #habarhariini (sambung kolom komentar)

Pengguna jalan di Jalan A Yani KM 33 dan warga sekitar Guntung Payung, Kota Banjarbaru dihebohkan dengan temuan tas yang diduga bom, Selasa (01/10) siang. Hal ini karena kecurigaan warga akan adanya ransel besar berwarna hitam, tergeletak persis di bawah tiang Traffic Light (Lampu Merah) simpang 4, Markas Satuan Brimobda Kalsel. Kabar ini kemudian menyebar dan meresahkan masyarakat, tak hanya itu, sempat juga beredar di media sosial. Melihat respon warga, pihak kepolisian dari Sat Brimobda Kalsel dan Polres Banjarbaru langsung turun ke lapangan. Usai mendapat informasi dan laporan dari masyarakat, perihal tas hitam yang diduga bom ini. Kapolres Banjarbaru, AKBP Kelana Jaya melalui Kasubbag Humas, AKP Siti Rohayati membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan anggota di lapangan ternyata tas tersebut tidak berisi Bom seperti yang diduga. “Pemeriksaan di lapangan tadi dilakukan oleh Tim Jihandak Brimob dan anggota Polres Banjarbaru. Kami bersyukur isinya bukanlah bom seperti yang ditakutkan masyarakat,” ungkapnya kepada apahabar.com. Ia menjelaskan, tas ransel hitam tersebut hanya berisi pakaian, surat menyurat dan beberapa kertas dokumen. Berdasarkan keterangan di lapangan, tas tersebut pertama kali ditemukan oleh saksi Tri Haryati, yang menemukannya tergeletak ditengah jalan. “Karena saksi bingung dan tidak tahu harus berbuat apa, lalu tas tersebut ditaruhlah persis di bawah tiang lampu merah itu. Lalu saksi dan beberapa warga melaporkan perihal ini ke pihak Kepolisian,” terangnya. #habarhariini (sambung kolom komentar) - 13 days ago

152 Likes
3 Comments
0
Intrusi Air Laut,  Hiu Masuk Sungai Barito

MARABAHAN – Kejadian langka terjadi di Sungai Barito, tepatnya di kawasan Kelurahan Ulu Benteng Kecamatan Marabahan.

Alih-alih mendapatkan patin maupun ikan air tawar lain, ringgi atau jaring seorang warga setempat bernama Zahidi malah menjebak seekor hiu, Sabtu (28/9/2019). Hiu berbobot 4 kilogram dengan panjang sekitar 1 meter tersebut ditemukan Zahidi sekitar pukul 05.00 Wita dalam keadaan sudah mati.

Dari warna dan bentuk tubuh, hiu tersebut diperkirakan berjenis cucut. Bukan jenis hiu yang dilindungi Undang-undang seperti hiu macan, hiu martil dan hiu koboi.

Tergolong hewan karnivora, cucut dapat hidup di berbagai tempat. Mulai dari perairan laut dalam, permukaan atau perairan dangkal.

Kendati baru sekarang terjadi selama puluhan tahun terakhir, kehadiran hiu maupun ikan laut lain di Sungai Barito dapat dimaklumi, mengingat kemarau yang cukup panjang.

Kondisi itu membuat intrusi air Laut Jawa bisa menjangkau puluhan kilometer ke hilir. Diperkirakan hiu tersebut tersesat dan tak sengaja mengikuti arus Sungai Barito yang asin. “Fenomena ini biasa terjadi, kalau kondisi air sungai tawar berubah payau atau asin akibat kemarau,” papar Kabid Perikanan Budidaya Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP)Barito Kuala, Syaiful Asgar, Minggu (29/9). Kendati demikian, warga di bantaran Sungai Barito tidak perlu khawatir dengan kehadiran hiu yang lebih besar, sekalipun kemarau masih mungkin berlangsung hingga akhir Oktober 2019. “Memang sesuatu yang terjadi di masa depan tak bisa ditebak. Namun Insya Allah hiu-hiu yang berukuran lebih besar tidak masuk Sungai Barito, karena habitat mereka di laut dalam,” tukas Syaiful. “Faktanya ikan hiu yang sering tertangkap jaring nelayan-nelayan laut di Kotabaru pun masih berukuran kecil,” tandasnya.

#apahabarcom 
#habarbanua

Intrusi Air Laut, Hiu Masuk Sungai Barito MARABAHAN – Kejadian langka terjadi di Sungai Barito, tepatnya di kawasan Kelurahan Ulu Benteng Kecamatan Marabahan. Alih-alih mendapatkan patin maupun ikan air tawar lain, ringgi atau jaring seorang warga setempat bernama Zahidi malah menjebak seekor hiu, Sabtu (28/9/2019). Hiu berbobot 4 kilogram dengan panjang sekitar 1 meter tersebut ditemukan Zahidi sekitar pukul 05.00 Wita dalam keadaan sudah mati. Dari warna dan bentuk tubuh, hiu tersebut diperkirakan berjenis cucut. Bukan jenis hiu yang dilindungi Undang-undang seperti hiu macan, hiu martil dan hiu koboi. Tergolong hewan karnivora, cucut dapat hidup di berbagai tempat. Mulai dari perairan laut dalam, permukaan atau perairan dangkal. Kendati baru sekarang terjadi selama puluhan tahun terakhir, kehadiran hiu maupun ikan laut lain di Sungai Barito dapat dimaklumi, mengingat kemarau yang cukup panjang. Kondisi itu membuat intrusi air Laut Jawa bisa menjangkau puluhan kilometer ke hilir. Diperkirakan hiu tersebut tersesat dan tak sengaja mengikuti arus Sungai Barito yang asin. “Fenomena ini biasa terjadi, kalau kondisi air sungai tawar berubah payau atau asin akibat kemarau,” papar Kabid Perikanan Budidaya Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP)Barito Kuala, Syaiful Asgar, Minggu (29/9). Kendati demikian, warga di bantaran Sungai Barito tidak perlu khawatir dengan kehadiran hiu yang lebih besar, sekalipun kemarau masih mungkin berlangsung hingga akhir Oktober 2019. “Memang sesuatu yang terjadi di masa depan tak bisa ditebak. Namun Insya Allah hiu-hiu yang berukuran lebih besar tidak masuk Sungai Barito, karena habitat mereka di laut dalam,” tukas Syaiful. “Faktanya ikan hiu yang sering tertangkap jaring nelayan-nelayan laut di Kotabaru pun masih berukuran kecil,” tandasnya. #apahabarcom #habarbanua - 15 days ago

546 Likes
1 Comments
0
Diduga Korsleting, Gudang di Sekumpul Terbakar 
Korsleting listrik diduga mengundang api beraksi di gudang milik warga di Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu (29/9/2019) sekitar pukul 06.50 Wita.

Api melahap gudang milik H. Syahrani di Gang Pribadi Rt. 004 Rw. 005 Kelurahan Sekumpul Kabupaten Banjar.

Dari keterangan Kapolsek Martapura Kota, AKP Boma Widhayanto Purnomo melalui Bripka Damang, api berasal dari plavon bagian tengah gudang. Api cepat merembet ke seluruh bangunan yang terbuat dari kayu dan isi gudang. “Beruntungnya anggota BPK dan Damkar cepat mendatangi TKP dan menjinakkan api, jadi tidak sempat merembet ke rumah tetangga,” ujar Danang kepada apahabar.com.

Dalam musibah tersebut, diketahui bahwa gudang tersebut kosong dan hanya diisi oleh perabotan.

Polsek Martapura Kota menyebutkan, musibah yang menghanguskan 1 buah bangunan tersebut ditaksir merugikan pemiliknya puluhan juta rupiah. “Dari hasil keterangan korban, kerugian material dari kebakaran tadi mencapai 15 juta rupiah,” bebernya.

Dari kejadian tersebut, pemilik bangunan mengalami luka ringan, karena terjatuh mengejar api yang menghanguskan bangunan miliknya. 
Editor: Muhammad Bulkini

#apahabarcom 
#habarbanua

Diduga Korsleting, Gudang di Sekumpul Terbakar Korsleting listrik diduga mengundang api beraksi di gudang milik warga di Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu (29/9/2019) sekitar pukul 06.50 Wita. Api melahap gudang milik H. Syahrani di Gang Pribadi Rt. 004 Rw. 005 Kelurahan Sekumpul Kabupaten Banjar. Dari keterangan Kapolsek Martapura Kota, AKP Boma Widhayanto Purnomo melalui Bripka Damang, api berasal dari plavon bagian tengah gudang. Api cepat merembet ke seluruh bangunan yang terbuat dari kayu dan isi gudang. “Beruntungnya anggota BPK dan Damkar cepat mendatangi TKP dan menjinakkan api, jadi tidak sempat merembet ke rumah tetangga,” ujar Danang kepada apahabar.com. Dalam musibah tersebut, diketahui bahwa gudang tersebut kosong dan hanya diisi oleh perabotan. Polsek Martapura Kota menyebutkan, musibah yang menghanguskan 1 buah bangunan tersebut ditaksir merugikan pemiliknya puluhan juta rupiah. “Dari hasil keterangan korban, kerugian material dari kebakaran tadi mencapai 15 juta rupiah,” bebernya. Dari kejadian tersebut, pemilik bangunan mengalami luka ringan, karena terjatuh mengejar api yang menghanguskan bangunan miliknya. Editor: Muhammad Bulkini #apahabarcom #habarbanua - 15 days ago

201 Likes
2 Comments
0
10 TUNTUTAN
SAVE MERATUS
SELAMATKAN Hutan terakhir, Save Meratus jadi tema yang diangkat pada aksi akbar kali ini.

Ratusan massa tumpah ruah di lapangan Dwi Warna Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kalsel.

Aksi digelar menyambut Konferensi Global Climate Strike perubahan iklim di New York, Amerika, dan Hari Tani Nasional.

Aksi berlangsung berkat dukungan berbagai elemen. Antara lain, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara(AMAN) Kalsel, PD AMAN Hulu Sungai Tengah, Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia (KAMMI) HST, PMII, HMI.

Kemudian Dayak Kalimantan Bersatu, Perkumpulan Dayak Meratus, Pondok Pesantren Darul Istiqomah, BEM STAI Al Wasliyah, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel.

Ada juga dari STIA Tabalong, Gerakan Penyelamat Bumi Murakata (Gembuk), Pemkab HST, MAN 1 Barabai, SMK 1 Barabai, HKTI HST, KTNA HST, dan anggota DPRD HST.

Aksi dibuka dengan ritual adat dan doa yang digelar Dayak Kalimantan Bersatu. Mereka meminta keselamatan dan lancarnya aksi.

Beberapa tarian menggambarkan kearifan lokal masyarakat Dayak Meratus seperti Babangsai dan Bakanjar. Para seniman dari Lapak Dwi Sastra juga menampilkan tarian ‘Penyambung Adat dan Rajaki’. Ada 10 tuntutan mereka massa Save Meratus.

1. Cabut IUP penyebab deforestasi di Kalsel.
2. Cabut SK Menteri ESDM terkait izin produksi PT MCM di Meratus
3. Hentikan pemberian izin HGU untuk industri ekstraktif monokultur skala besar
4. Laksanakan inpres no 8/2018 tentang penundaan dan evaluasi perizinan perkebunan sawit.
5. Segera tetapkan regulasi pengakuan dan perlindungan wilayah hukum adat di kalsel
6. Segera laksanakan reforma agraria dan ekonomi kerakyatan berkelanjutan
7. Segera beralih dari energi kotor fosil ke energi baru
8. Hentikan segala bentuk monopoli investasi yang merusak lingkungan penyebab defortasi
9. Tindak tegas perusahaan ilegal yang tidak melaksanakan reklamasi
10. Lindungi ekosisten esensial karst di kalsel melalui regulasi dalam perda

#apahabarcom 
#habarbanua 
#savemeratus 
#savemeratushst 
#barabai

10 TUNTUTAN SAVE MERATUS SELAMATKAN Hutan terakhir, Save Meratus jadi tema yang diangkat pada aksi akbar kali ini. Ratusan massa tumpah ruah di lapangan Dwi Warna Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kalsel. Aksi digelar menyambut Konferensi Global Climate Strike perubahan iklim di New York, Amerika, dan Hari Tani Nasional. Aksi berlangsung berkat dukungan berbagai elemen. Antara lain, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara(AMAN) Kalsel, PD AMAN Hulu Sungai Tengah, Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia (KAMMI) HST, PMII, HMI. Kemudian Dayak Kalimantan Bersatu, Perkumpulan Dayak Meratus, Pondok Pesantren Darul Istiqomah, BEM STAI Al Wasliyah, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel. Ada juga dari STIA Tabalong, Gerakan Penyelamat Bumi Murakata (Gembuk), Pemkab HST, MAN 1 Barabai, SMK 1 Barabai, HKTI HST, KTNA HST, dan anggota DPRD HST. Aksi dibuka dengan ritual adat dan doa yang digelar Dayak Kalimantan Bersatu. Mereka meminta keselamatan dan lancarnya aksi. Beberapa tarian menggambarkan kearifan lokal masyarakat Dayak Meratus seperti Babangsai dan Bakanjar. Para seniman dari Lapak Dwi Sastra juga menampilkan tarian ‘Penyambung Adat dan Rajaki’. Ada 10 tuntutan mereka massa Save Meratus. 1. Cabut IUP penyebab deforestasi di Kalsel. 2. Cabut SK Menteri ESDM terkait izin produksi PT MCM di Meratus 3. Hentikan pemberian izin HGU untuk industri ekstraktif monokultur skala besar 4. Laksanakan inpres no 8/2018 tentang penundaan dan evaluasi perizinan perkebunan sawit. 5. Segera tetapkan regulasi pengakuan dan perlindungan wilayah hukum adat di kalsel 6. Segera laksanakan reforma agraria dan ekonomi kerakyatan berkelanjutan 7. Segera beralih dari energi kotor fosil ke energi baru 8. Hentikan segala bentuk monopoli investasi yang merusak lingkungan penyebab defortasi 9. Tindak tegas perusahaan ilegal yang tidak melaksanakan reklamasi 10. Lindungi ekosisten esensial karst di kalsel melalui regulasi dalam perda #apahabarcom #habarbanua #savemeratus #savemeratushst #barabai - 20 days ago

306 Likes
0 Comments
0
10 TUNTUTAN
SAVE MERATUS
SELAMATKAN Hutan terakhir, Save Meratus jadi tema yang diangkat pada aksi akbar kali ini.

Ratusan massa tumpah ruah di lapangan Dwi Warna Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kalsel.

Aksi digelar menyambut Konferensi Global Climate Strike perubahan iklim di New York, Amerika, dan Hari Tani Nasional.

Aksi berlangsung berkat dukungan berbagai elemen. Antara lain, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara(AMAN) Kalsel, PD AMAN Hulu Sungai Tengah, Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia (KAMMI) HST, PMII, HMI.

Kemudian Dayak Kalimantan Bersatu, Perkumpulan Dayak Meratus, Pondok Pesantren Darul Istiqomah, BEM STAI Al Wasliyah, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel.

Ada juga dari STIA Tabalong, Gerakan Penyelamat Bumi Murakata (Gembuk), Pemkab HST, MAN 1 Barabai, SMK 1 Barabai, HKTI HST, KTNA HST, dan anggota DPRD HST.

Aksi dibuka dengan ritual adat dan doa yang digelar Dayak Kalimantan Bersatu. Mereka meminta keselamatan dan lancarnya aksi.

Beberapa tarian menggambarkan kearifan lokal masyarakat Dayak Meratus seperti Babangsai dan Bakanjar. Para seniman dari Lapak Dwi Sastra juga menampilkan tarian ‘Penyambung Adat dan Rajaki’. Ada 10 tuntutan mereka massa Save Meratus.

1. Cabut IUP penyebab deforestasi di Kalsel.
2. Cabut SK Menteri ESDM terkait izin produksi PT MCM di Meratus
3. Hentikan pemberian izin HGU untuk industri ekstraktif monokultur skala besar
4. Laksanakan inpres no 8/2018 tentang penundaan dan evaluasi perizinan perkebunan sawit.
5. Segera tetapkan regulasi pengakuan dan perlindungan wilayah hukum adat di kalsel
6. Segera laksanakan reforma agraria dan ekonomi kerakyatan berkelanjutan
7. Segera beralih dari energi kotor fosil ke energi baru
8. Hentikan segala bentuk monopoli investasi yang merusak lingkungan penyebab defortasi
9. Tindak tegas perusahaan ilegal yang tidak melaksanakan reklamasi
10. Lindungi ekosisten esensial karst di kalsel melalui regulasi dalam perda

#apahabarcom 
#habarbanua 
#savemeratus 
#savemeratushst 
#barabai

10 TUNTUTAN SAVE MERATUS SELAMATKAN Hutan terakhir, Save Meratus jadi tema yang diangkat pada aksi akbar kali ini. Ratusan massa tumpah ruah di lapangan Dwi Warna Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kalsel. Aksi digelar menyambut Konferensi Global Climate Strike perubahan iklim di New York, Amerika, dan Hari Tani Nasional. Aksi berlangsung berkat dukungan berbagai elemen. Antara lain, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara(AMAN) Kalsel, PD AMAN Hulu Sungai Tengah, Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia (KAMMI) HST, PMII, HMI. Kemudian Dayak Kalimantan Bersatu, Perkumpulan Dayak Meratus, Pondok Pesantren Darul Istiqomah, BEM STAI Al Wasliyah, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel. Ada juga dari STIA Tabalong, Gerakan Penyelamat Bumi Murakata (Gembuk), Pemkab HST, MAN 1 Barabai, SMK 1 Barabai, HKTI HST, KTNA HST, dan anggota DPRD HST. Aksi dibuka dengan ritual adat dan doa yang digelar Dayak Kalimantan Bersatu. Mereka meminta keselamatan dan lancarnya aksi. Beberapa tarian menggambarkan kearifan lokal masyarakat Dayak Meratus seperti Babangsai dan Bakanjar. Para seniman dari Lapak Dwi Sastra juga menampilkan tarian ‘Penyambung Adat dan Rajaki’. Ada 10 tuntutan mereka massa Save Meratus. 1. Cabut IUP penyebab deforestasi di Kalsel. 2. Cabut SK Menteri ESDM terkait izin produksi PT MCM di Meratus 3. Hentikan pemberian izin HGU untuk industri ekstraktif monokultur skala besar 4. Laksanakan inpres no 8/2018 tentang penundaan dan evaluasi perizinan perkebunan sawit. 5. Segera tetapkan regulasi pengakuan dan perlindungan wilayah hukum adat di kalsel 6. Segera laksanakan reforma agraria dan ekonomi kerakyatan berkelanjutan 7. Segera beralih dari energi kotor fosil ke energi baru 8. Hentikan segala bentuk monopoli investasi yang merusak lingkungan penyebab defortasi 9. Tindak tegas perusahaan ilegal yang tidak melaksanakan reklamasi 10. Lindungi ekosisten esensial karst di kalsel melalui regulasi dalam perda #apahabarcom #habarbanua #savemeratus #savemeratushst #barabai - 20 days ago

404 Likes
1 Comments
0
#Repost @apahabar (@get_repost)
・・・
Perkelahian antar warga kembali terjadi di Banjarmasin.

Kali ini perkelahian tersebut pecah di Jalan Setoyo S, Teluk Dalam, Gang Imam Bonjol, Minggu (22/9) sore.

Mereka bertengkar tak menggunakan tangan kosong, melainkan senjata tajam.

Akibat pertumpahan darah itu lah salah satu warga bernama Mursidi dinyatakan meninggal dunia.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, pria berusia 41 tahun tersebut dirawat intensif di Rumah Sakit TPT Dr. R Soeharsono, Teluk Dalam.

Sebab dirinya terkena senjata tajam di bagian leher dan tangan. Ironisnya lagi tangan Mursidi nyaris putus akibat perkelahian itu. “Iya korban meninggal dunia karena kehabisan darah akibat perkelahian di Gang Imam Bonjol,” terang rekan emergency Reza Biru.

Namun Reza tidak mengetahui kronologi lengkap perkelahian itu. Jumlah pelaku dan penyebab perkelahian yang menewaskan Mursidi.
.
#kalsel #kalimantanselatan #banjarmasin #bjm #klikbanjar #habarwarga #peristiwabanua #sekilaskalimantan #banjarinfo #instakalsel #infobanjarmasin #beritabanjarmasin #wargabanua #habarbanua #habarkalimantan #apahabar #apahabarcom #habarhariini

#Repost @apahabar (@get_repost ) ・・・ Perkelahian antar warga kembali terjadi di Banjarmasin. Kali ini perkelahian tersebut pecah di Jalan Setoyo S, Teluk Dalam, Gang Imam Bonjol, Minggu (22/9) sore. Mereka bertengkar tak menggunakan tangan kosong, melainkan senjata tajam. Akibat pertumpahan darah itu lah salah satu warga bernama Mursidi dinyatakan meninggal dunia. Sebelum menghembuskan napas terakhir, pria berusia 41 tahun tersebut dirawat intensif di Rumah Sakit TPT Dr. R Soeharsono, Teluk Dalam. Sebab dirinya terkena senjata tajam di bagian leher dan tangan. Ironisnya lagi tangan Mursidi nyaris putus akibat perkelahian itu. “Iya korban meninggal dunia karena kehabisan darah akibat perkelahian di Gang Imam Bonjol,” terang rekan emergency Reza Biru. Namun Reza tidak mengetahui kronologi lengkap perkelahian itu. Jumlah pelaku dan penyebab perkelahian yang menewaskan Mursidi. . #kalsel #kalimantanselatan #banjarmasin #bjm #klikbanjar #habarwarga #peristiwabanua #sekilaskalimantan #banjarinfo #instakalsel #infobanjarmasin #beritabanjarmasin #wargabanua #habarbanua #habarkalimantan #apahabar #apahabarcom #habarhariini - 21 days ago

20 Likes
0 Comments
0
Perkelahian antar warga kembali terjadi di Banjarmasin.

Kali ini perkelahian tersebut pecah di Jalan Setoyo S, Teluk Dalam, Gang Imam Bonjol, Minggu (22/9) sore.

Mereka bertengkar tak menggunakan tangan kosong, melainkan senjata tajam.

Akibat pertumpahan darah itu lah salah satu warga bernama Mursidi dinyatakan meninggal dunia.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, pria berusia 41 tahun tersebut dirawat intensif di Rumah Sakit TPT Dr. R Soeharsono, Teluk Dalam.

Sebab dirinya terkena senjata tajam di bagian leher dan tangan. Ironisnya lagi tangan Mursidi nyaris putus akibat perkelahian itu. “Iya korban meninggal dunia karena kehabisan darah akibat perkelahian di Gang Imam Bonjol,” terang rekan emergency Reza Biru.

Namun Reza tidak mengetahui kronologi lengkap perkelahian itu. Jumlah pelaku dan penyebab perkelahian yang menewaskan Mursidi.
.
#kalsel #kalimantanselatan #banjarmasin #bjm #klikbanjar #habarwarga #peristiwabanua #sekilaskalimantan #banjarinfo #instakalsel #infobanjarmasin #beritabanjarmasin #wargabanua #habarbanua #habarkalimantan #apahabar #apahabarcom #habarhariini

Perkelahian antar warga kembali terjadi di Banjarmasin. Kali ini perkelahian tersebut pecah di Jalan Setoyo S, Teluk Dalam, Gang Imam Bonjol, Minggu (22/9) sore. Mereka bertengkar tak menggunakan tangan kosong, melainkan senjata tajam. Akibat pertumpahan darah itu lah salah satu warga bernama Mursidi dinyatakan meninggal dunia. Sebelum menghembuskan napas terakhir, pria berusia 41 tahun tersebut dirawat intensif di Rumah Sakit TPT Dr. R Soeharsono, Teluk Dalam. Sebab dirinya terkena senjata tajam di bagian leher dan tangan. Ironisnya lagi tangan Mursidi nyaris putus akibat perkelahian itu. “Iya korban meninggal dunia karena kehabisan darah akibat perkelahian di Gang Imam Bonjol,” terang rekan emergency Reza Biru. Namun Reza tidak mengetahui kronologi lengkap perkelahian itu. Jumlah pelaku dan penyebab perkelahian yang menewaskan Mursidi. . #kalsel #kalimantanselatan #banjarmasin #bjm #klikbanjar #habarwarga #peristiwabanua #sekilaskalimantan #banjarinfo #instakalsel #infobanjarmasin #beritabanjarmasin #wargabanua #habarbanua #habarkalimantan #apahabar #apahabarcom #habarhariini - 22 days ago

90 Likes
3 Comments
0
Reposted from @apahabar -  Malam ini, Irwansyah (37) berserta keluarga bingung akan tidur di mana.

Rumah yang ditinggalinya beserta istri dan kedua anaknya roboh. Tidak bisa didiami lagi.

Pagi tadi, saat mayoritas warga masih terlelap, rumah Irwansyah di Jalan Teluk Ujung Benteng (Pulau Bromo), Banjarmasin Selatan, amblas ke sungai.

Semua perabot rumah tangga miliknya ikut tenggelam diduga akibat terjangan angin puting beliung.

Bahkan istrinya sendiri nyaris ikut jadi korban. Kejadian itu terjadi pada Sabtu (21/09) pagi, sekitar pukul 6. “Istrinya sempat pingsan akibat tertindih bagian rumah,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin, Muhammad Hilmi, kepada apahabar.com.

Beruntung kedua anak Irwan Yumna Kamila (7) dan Aistaj Husna (14) terlepas dari marabahaya. Mereka sempat berlari keluar rumah.

Meski tak ada korban jiwa, BPBD memperkirakan kerugian materiil mencapai Rp70 juta. “Rumahnya tepat di pinggir sungai sehingga diharuskan memakai kelotok untuk men-data ke sana,” tuturnya.

Sejauh ini, BPDB masih terus menyalurkan logistik bantuan sambil berkoordinasi dengan instansi terkait.  #habarhariini - #apahabarcom 
#habarbanua

Reposted from @apahabar - Malam ini, Irwansyah (37) berserta keluarga bingung akan tidur di mana. Rumah yang ditinggalinya beserta istri dan kedua anaknya roboh. Tidak bisa didiami lagi. Pagi tadi, saat mayoritas warga masih terlelap, rumah Irwansyah di Jalan Teluk Ujung Benteng (Pulau Bromo), Banjarmasin Selatan, amblas ke sungai. Semua perabot rumah tangga miliknya ikut tenggelam diduga akibat terjangan angin puting beliung. Bahkan istrinya sendiri nyaris ikut jadi korban. Kejadian itu terjadi pada Sabtu (21/09) pagi, sekitar pukul 6. “Istrinya sempat pingsan akibat tertindih bagian rumah,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin, Muhammad Hilmi, kepada apahabar.com. Beruntung kedua anak Irwan Yumna Kamila (7) dan Aistaj Husna (14) terlepas dari marabahaya. Mereka sempat berlari keluar rumah. Meski tak ada korban jiwa, BPBD memperkirakan kerugian materiil mencapai Rp70 juta. “Rumahnya tepat di pinggir sungai sehingga diharuskan memakai kelotok untuk men-data ke sana,” tuturnya. Sejauh ini, BPDB masih terus menyalurkan logistik bantuan sambil berkoordinasi dengan instansi terkait. #habarhariini - #apahabarcom #habarbanua - 23 days ago

666 Likes
6 Comments
0
load more posts
2019 - © Deskgram. All rights reserved.